tumblr counter
Cerita Sebelum Tidur | Ekstrovert-Introvert

Cerita Sebelum Tidur

Ini hanya sebuah cerita tentang apa saja untuk merangkum momen-momen terlekat di dalam kepala, yang mungkin bisa saja hilang saat bangun nanti.

sebersit harapan, cerita ini menjadi pemberat amal kebaikan di saat bangun yang sebenar-benarnya nanti.

sebelum tidur, ini ceritaku..

Ekstrovert-Introvert

Tahu kan ya arti ekstrovert dan introvert? Salah satu jenis sifat dalam diri kita as a human being, yang biasanya dibahas dalam tes2 kepribadian.

Kalau belum tahu, kira-kira artinya seperti ini,

ekstrovert» si kamu mudah sekali menunjukkan apa yang kamu rasakan kepada orang2 sekitar kamu dan kalau kamu ga menunjukkan itu rasanya ga puas, ada energi yang kamu dapatkan pada saat si kamu bisa menshare rasa itu. contoh: kalau lagi seneng, pasti kamu akan menggembor2kanya ke orang2 sampai orang2 tahu kalau kamu lagi seneng. atau, kalau lagi sedih, dari muka aja kamu uda bisa tahu lagi sedih. mm, bisa juga maknanya ga cuma berkisar apa yang dirasakan, tapi apa2 aja yang ada di kepala kamu itu kamu kasitau seluas2nya, dari yang paling ga penting sekalipun, bahkan saat si pendengar ga penting buat dengerin omongan kamu. kadang bisa jadi annoying. yang jelas si ekstrovert ga suka mendam senang/sedihnya sendiri.

introvert » si kamu lebih suka memendamnya di dalam diri kamu, apa yang kamu rasakan. ga perlu tuh buat nunjukin segitu gamplangnya ke orang2. ga ada pentingnya buat mereka, soalnya energinya uda keserap semua sama kamu. biasanya, orang introvert ini pembawaannya itu coooool (baca: dingin tapi keren), ga banyak ngomong, tapi sekalinya ngomong, bisa sesuatu banget.

Ya kira2 begitu. Nah, dalam banyak situasi dan kondisi, saat gue bertanya, ‘lo orang ekstrovert atau introvert?’, dan biasanya jawabnya selalu satu diantara dua kata tadi. Ga ada yang jawab, gue orangnya ekstrovert-introvert (nah lo? aneh kan). jadi, kalau lo orang ekstrovert, yaudah lo ekstrovert titik. ga ada tambal2 sama introvert. setiap orang cuma boleh pilih satu.

Tapi, beberapa bulan terakhir, gue merasakan gue menjadi seorang ‘ekstrovert-introvert’. Aneh banget gue rasanya? kok gue jadi aneh gini ya? *tanya dalam hati* eh, kebetulan pas buka web jak fm, salah satu penyiarnya juga mengakui dan menyadari kalau doi merasa juga jadi ekstrovert-introvert (yang si doi juga bingung sama dirinya sendiri), senasib sepenanggungan bangeeet sama gue!

Nah berikutnya, gue menjalani hari-hari gue seperti biasa sampai gue menyadari, arti dari makna gue seorang ‘ekstrovert-introvert’. i got the poiiint, at least buat gue pribadi, yakni: *jreng-jreng-jreng*

Gue akan menjadi seorang super ekstrovert saat gue berada di lingkungan yang gue nyaman ada di situ, bersama orang2 yang menerima gue apa adanya, dan gue sama sekali ga peduli dengan apapun judgement mereka. Jadilah, gue seorang ekstrovert, menjadi diri gue sebebas2nya, menunjukkan kegembiraan dan kesedihan, kekonyolan, jujur apa adanya.

Selain faktor comfort zone, juga ada faktor kecocokan ide. Gue akan bercerita ttg A kepada orang2 yang memang mengerti ttg A di gue. misal keluh kesah organisasi akan lebih nyambung gue cerita sebebas2nya ke orang2 yang ngerti ttg organisasi tsb karena adanya ke-related-an. Tapi, kalau ttg keluh kesah organisasi gue coba ceritain ke tmn kelas kuliah gue, itu beda lagi cara penyampaiannya, ga sama (ini cenderung gue menjadi introvert)

So, kapan gue berubah jadi bunglon introvert? adalah pada saat gue berada di lingkungan baru yang unidentified. gue belum bisa mengidentifikasi posisi orang2 tsb di mata gue, atau posisi gue di mata mereka. jadi, gue ga bakal se-explore2nya-ky pas gue jadi ekstrovert di sikon ini. juga, ya tadi, kalau ga sama model topik pembicaraanya. 

Lanjut, pada case2 ini, bisa jadi terhadap orang A, gue akan menjadi ekstrovert bila bertandang dgn topik M, tapi bisa jadi introvert bila bertandang dgn topik N, karena gue related lebih kuat dengan topik M dengan si A ini.

Ya, sekian pembahasannya. Ini hanya sekedar hal-hal sepele yang mungkin saya anggap penting untuk saya tuliskan, agar tidak menguap di kepala XD.

Spesial untuk mba penyiar jak FM yang senasib dengan saya, apakah mba merasakan hal yang sama dengan saya?? tolong kabari saya hehehe