Sejurus aku ingat bahwa hati manusia yang sakit itu seperti tembok yg dilubangi paku. Meski paku itu dicabut, sayatannya terus membekas. Namun aku tetap yakin, sayatan itu hanya layak diingat sebentar, untuk kemudian menyadarkan kita. Aku semakin yakin, esensi sejarah bukanlah hanya siapa yang menang dan kalah. Lebih dari itu: siapa yang lebih cepat belajar dari kemenangan dan kekalahan.
—Hanum Salsabiela Rais (via amandatiqah)
-
ahalffullglassofwater reblogged this from ceritasebelumtidur
-
ceritasebelumtidur reblogged this from amandatiqah
-
amandatiqah posted this